Mose25maclean's website

Our website

04
Ja
Inilah Ialah Gaya Bahasa Majas & Pemahamannya
04.01.2017 09:03


Ibarat, Majas Pertentangan, Majas Sindiran, Majas Penegasan. Majas yakni bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan perkataan yang dalam akhirnya berhajat untuk meraih efek tertentu agar terwujud sebuah aksen imajinatif untuk penyimak / pendengarnya, bagus secara suara ataupun tertulis.

Perihal makna majas pada pelajaran Tata susila Indonesia memanglah cukup penuh, seperti yang terdapat dalam puisi, pantun, serta hikayat maupun makalah yang lain.

Kecuali itu, terselip pengertian ataupun definisi lain yang menunjukkan tentang majas, yaitu konsumsi gaya kode untuk memperoleh nuansa tertentu hingga membuat kesan kata-kata yang lebih imajinatif.

Bicara mengenai contoh macam-macam majas seperti, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Alegori dan sebagainya adalah hal yang utama untuk Dikau yang ingin mempelajari kian jauh salah satu materi daripada mata bidang Bahasa Nusantara di maktab ini.

Seperti bahasa yang baik dan menarik tentunya akan membuat setiap pembacanya merasa minat untuk menyimaknya, bahkan muncul berulang kali.

Penggunaan majas yang baik pada membuat sebuah puisi ataupun cerita jadi syarat telak apakah vokal itu memikat atau tidak. Oleh kesudahannya juga, kesangkilan yang cantik dalam mangap mutlak dibutuhkan untuk Engkau yang ingin memahami globe penulisan, entah itu roman, puisi, mau pun pantun.

Maka perbanyaklah merapikan beragam tatanan bahasa dalam pikiran dan tulisan Kamu lalu tulis di buku setiap harinya agar pegiat Anda makin terlatih untuk membuat majas dengan seperti yang memikat. Untuk memahami lebih jelas tentang majas, berikut tiruan majas serta macam-macam majas beserta pengertiannya.

Pada dasarnya, majas bisa dibedakan menjadi empat kelompok atau golongan. & dari empat macam-macam majas itu, masing-masing memiliki turunan dan species kelompok yang akan dibahas berikut ini.

Majas terdiri bagi:
— Majas Perbandingan
— Majas Pertikaian
— Majas Sindiran
— Majas Pengumuman

Setelah lebih dari kita mengulas mengenai jenis dan macam-macam majas yang ada dalam struktur bersusila Indonesia. Dibawah ini akan dijelaskan secara penuh bagaimana pengertian majas itu beserta contohnya.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang memberitahukan perbandingan untuk menambah nostalgia dan pengaruhnya pada pendengar maupun pembaca. Ditinjau / dilihat dari jalan pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terdiri atas:

1) Blok atau Perumpamaan

Majas gabungan atau proporsi yaitu perumpamaan pada 2 hal yang pada hakikatnya bukan sama, akan tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh pemakaian kata laksana, bagaikan, sebagai, seperti, & laksana. Tiruan majas persekutuan atau perumpaman yaitu berikut ini,

Contoh:
– Semangatnya lebat (hujan) bagaikan baja.
– Mukanya pucat serupa mayat.
– Wajahnya asfar bersinar laksana bulan penuh bulan
– Rambutnya bak virgo yang terurai.
– Dia mewarisi hati seperti seekor singa.
– Badannya laksana samson.
– Watak serta karakternya menyerupai batu

2) Metafora

Metafora yaitu majas yang memberi ungkapan dengan langsung berbentuk perbandingan analogis. Penggunaan perintah atau group kata tak dengan pendapat yang sepatutnya, tetapi sebagai lukisan yang berdasar pada persamaan atau perbandingan, umpamanya tulang punggung di kalimat pemuda yaitu tumpuan negara. Tiruan majas misal seperti pada bawah tersebut.

macam macam majas dan pengertiannya Contoh:
– Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
– Raja terang keluar dari ufuk timur
– Jonathan adalah takdir kelas jagat.
– Rezeki karunku (sangat berharga)
– Dia dianggap anak emas majikannya.
– Taman bacaan adalah gudang ilmu.
– Ia luar biasa terpukul dengan kepergian kaum hatinya
– Rosyid terus-menerus menjadi bintang kelas di setiap semester
– Ronaldo menjadi mesin pencetak gol untuk Madrid
– Pak Tono adalah tangan kanan ayahku.
– Si kutu jurnal itu jarang sekali merembes rumah.

3) Personifikasi

Personifikasi yaitu majas yang mengumpamakan benda-benda gak bernyawa seakan-akan memiliki semangat seperti wong.

Contoh:
– Badai menikam dan mengalahkan rumah penduduk.
– Riak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
– Peluit wasit meraung-raung panjang mengingat akhir atas pertandingan ini.
– Tahi angin rintik menari-nari diatas para-para
– Obor telah melahap seisi wisma gubuk tersebut

4) Konotatif

Alegori ialah Menyatakan secara cara beda, lewat perbandingan atau penjelasan. Alegori ialah majas patokan yang bertautan satu & yang yang lain dalam kesatuan yang utama.

Contoh:
Teman hidup sebagai nahkoda, Istri serupa juru mudi

Metaforis biasanya berbentuk cerita yang penuh beserta simbol-simbol mengandung moral.

Kaca:
– Petualangan hidup khalayak seperti waduk yang mengembang menyusuri tebing-tebing, yang setiap masa sulit ditebak kedalamannya, yang rela mengumumkan segala kotoran, dan yang pada hasilnya berhenti tatkala bertemu dengan laut.

– Menjalani nasib rumah tangga tentu halnya menyerupai kita mengarungi lautan beserta sebuah bahtera. Terkadang kalian akan dibawa menyaksikan seri samudra yang begitu menakjubkan. Namun tak jarang kuatnya riak akan mengombang-ambing tubuh kalian.

– Wilayah ibarat tumbuhan hijau yang menyihir setiap mata yang memandang. Cantik dan begitu menakjubkan. Namun lambat laun ia akan menguning, kering dan pada sudahnya musnah

5) Simbolik

Simbolik yaitu majas yang mengkritik suatu sesuatu dengan menjalankan benda, hewan, atau tumbuhan sebagai semboyan atau logo.

Contoh:
– Ia dikenal sebagai penggemar perempuan.
– Wisma itu hangus dilalap si jago merah.
– Ia adalah seorang kembang desa
– Bunglon, representasi orang yang tak beranggapan
– Melati, lambang virginitas
– Padma, lambang pengorbanan
– Aku tidak senang berteman dengan bunglon (tidak berpendirian)
– Pada bulan ini KPK berhasil menggelapkan banyak tikus. (koruptor)
– Meminjam duit dari lintah darat bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah keuangan.

6) Metonimia

Metonimia yaitu majas yang mengenakan ciri / lebel dari sebuah massa untuk menggantikan benda ini. Pengungkapan itu berupa konsumsi nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh:
– Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
– Pada setiap pagi Ayah selalu mencerup kapal kebakaran. (maksudnya tembusan kapal api)
– Abi pulang dari luar teritori naik garuda (maksudnya pesawat)
– Ia berangkat di rumahku seharga dengan mengenakan Cubitus. (kaus)
– Kemas Toni enyah ke biro dengan Bata (sepatu)
– Ayah mencerap koran dengan menikmati Kulit Api (kopi)
– Sehabis makan, Ani minum mono gelas Aqua. ( uap )
– Pejalan sagang itu turun tertabrak Kijang. (mobil)
– Pak hamba menegornya sesudah kepergok merasuk Jarum (rokok)

7) Sinekdok

Sinekdok yakni majas yang mengatakan unit untuk menggantikan benda secara keseluruhan / demikian meskipun. Majas sinekdok terdiri atas dua paham berikut.

1) Pars pro toto, ialah menyebutkan sekitar untuk totalitas.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Masing-masing kepala merekam Rp. 300. 000.
(c) Untuk siap masuk ke pasar malam, perkepala hanya ditarif biaya lebih kurang Rp. 10. 000 saja.
(d) Rama membeli satu ekor kibas untuk disembelih dan dijadikan gulai.

2) Totem memihak parte, adalah menyebutkan kesemestaan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt. 03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia mau memilih idolanya malam nanti.
(c) Barcelona mencetak gol kemenangannya saat menit ke 80.
(d) Menonton TV memberikan wibawa negatif saat perkembangan keturunan.
(e) Polri berhasil meringkus kawanan pemalak yang kadang kala beraksi pada daerah Lampung Utara.

8. Simile

Pengungkapan dengan patokan eksplisit yang dinyatakan beserta kata depan serta penghubung, sebagaimana layaknya, ibarat, ” sebagai “, ” ibarat “, ” seakan-akan “, seolah-olah “.

Tiruan:
– Saudara umpama larutan aku serupa minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk gelisah berkorban segala sesuatu saja.
– Tubuhnya seperti tiang yang tinggi menambah.
– Wajahnya bercahaya bagaikan rembulan yang selalu menebas kegelapan malam.
– Dia pemberani misal seekor raja rimba yang tidak pernah gentar secara musuh sekuat apapun
– Kerjanya sebagaimana mesin yang bukan pernah habis.
– Wataknya seperti karang yang luar biasa sulit untuk dilunakkan.

B. Majas Polarisasi
Majas Pertikaian yaitu “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh sambungan lidah atau pereka dengan prinsip untuk memperteguh atau menumbuhkan kesan dan pengaruhnya dalam pembaca atau pendengar”. Beberapa macam Majas Sengketa dibedakan jadi berikut:

1) Antitesis

Kutub yaitu majas yang mempergunakan pasangan tanda yang inkonsisten artinya.

Tiruan:
a) Renta muda, besar kecil, masuk meramaikan kegiatan itu.
b) Miskin seperti, cantik leta sama aja di emas tempawan Tuhan.
c) Dia kerja siang malam untuk menghasilkan cita-citanya
d) Menang musnah merupakan sesuatu yang gaib dalam sebuah pertandingan
e) Perjalanan pulang pergi Jakarta Kab. bogor memakan ruang yang tidak terlalu lama
f) Pekerjaan instansi tidak sempat menghalangi hobinya untuk memanjat turun hargo

2) Inkonsistensi

Paradoks ialah majas yang mengandung polarisasi antara pertegasan dan bukti yang terselip.

Contoh;
a) Aku merasa sendirian dalam tengah kota Jakarta yang hiruk-pikuk ini.
b) Hatiku merintih di sentral hingar gelumat pesta yang sedang berlanjur ini.
c) Di balik seringai manisnya tersembunyi luka yang mendalam
d) Meski iklim sangat panas, pikiran mesti dingin
e) Selalu siap hikmah yang dapat aku petik mulai setiap musibah

3) Hiperbola

Majas hiperbola yaitu majas yang berupa bentuk pernyataan penuh dari walhasil dengan penentuan memberi kesan mendalam atau meminta tinjauan.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah alam.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
c) Keringatnya sampai menganak sungai.
d) Tak rongak seorang memfilter harus mencampakkan tulang demi keluarga.
e) Setiap hari dia memeras tenaga demi mendapatkan sesuap nasi
f) Ia dapat membagi secepat sinar

4) Litotes

Litotes yaitu majas yang menyatakan zat dengan cara yang berlawanan dari otentik dengan menyia-nyiakan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan muncul.

Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya beserta nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh laksana saya
tersebut?
c) Hanya kado kuntet ini yang bisa awak berikan.
d) Mampirlah sejenak untuk mencicipi hidangan yang ala kadarnya berikut.
e) Sampaikan hamba yang bodoh tersebut untuk mengantarkan pendapat.
f) Saya hanya orang tanah air yang beruntung mengenyam tuntunan.
g) Cuma hal subordinat seperti ini yang bisa hamba perbuat

C. Majas Persetujuan

Majas Pedoman adalah temberang berkias yang menyatakan persetujuan untuk menjulang kesan dan pengaruhnya lawan pendengar atau pembaca. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut:

1) Pleonasme

Pleonasme yaitu majas yang memakai ocehan secara musykil dengan postulat menegaskan arti suatu tanda.

Contoh:
a) Semua siswa yang pada atas supaya segera rugi ke lembah.
b) Tersebut mendongak terbang menyaksikan wayang pesawat tempur.
c) Semata penghuni rusun bergegas diturunkan ke bawah untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
d) Haram baginya untuk mundur ke belakang.
e) Cuma perwakilan demonstran saja yang diperkenankan menyerap ke pada untuk meakukan negoisasi.
f) Sedari tadi ia cuma merunduk di bawah padat penyesalan
g) Serentak para penonton mendongak ke atas menyaksikan manufer kapal terbang tempur TNI AU.

2) Repetisi

Repetisi yaitu majas perulangan tutur kata sebagai penegasan.

Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah aku sambut perwira kita, marilah kita terima idola kita, marilah aku sambut anak laki-laki bangsa.
c) Hidup merupakan perjuangan, hidup adalah alternatif, hidup ialah realita yang harus kalian hadapi.
d) Dunia itu adalah temporer, dunia berikut hanya tempat bersinggah, jagat ini cuma sementara.
e) Cinta ialah misteri, Cinta adalah peraturan, Cinta adalah pengorbanan.
f) Hiduplah beserta visi, hiduplah dengan misi, hiduplah untuk menggapai performa

3) Paralelisme

Paralelisme adalah majas iterasi yang biasanya ada di dalam puisi.

Tiruan:
a) Cita adalah pengertian
b) Cita adalah tata tertib
c) Gemar adalah bersedia berkorban
4) Tautologi
Tautologi yaitu majas penegasan secara mengulang sejumlah kali satu buah kata di dalam sebuah komentar dengan maksud menegaskan. Terkadang pengulangan ini memakai pertuturan bersinonim.

Tiruan:
a) Meski, bukan, tak itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya guna sahabat kalian hidup tiang, akur, & bersaudara.

5) Klimaks

Klimaks yaitu majas yang menyarankan beberapa sesuatu secara berturut-turut dan makin lama bertambah bertambah.

Rupa:
a) Segala pihak sedari anak-anak, remaja, sampai pengampu pun menjalankan lomba Agustusan.
b) Presiden RT, RW, Kepala Desa, Sultan, bahkan Presiden sekalipun gak mempunyai hak untuk mengurus hal batang tubuh seseorang.

6) Antiklimaks

Antiklimaks yaitu majas yang menyarankan beberapa sesuatu secara berturut-turut yang semakin lama makin mengalami penurunan.

Contoh
a) Kepala bersekolah, guru, staff sekolah, serta siswa juga hadir dalam pesta pertunjukan kelulusan tersebut.
b) Dalam kota & desa sampai pelosok medan semua manusia merayakan HUT RI di -62.
Produk kami sudah tersebar diseluruh daerah sedari provinsi, metropolitan, kecamatan bahkan desa.

7) Retorik

Retorik yaitu majas yang berperangai kalimat bertanya tetapi bukan membutuhkan balasan. Tujuannya memberikan penegasan, travesti, atau menggodot.

Contoh:
a) Kata siapa cita-cita sanggup didapat pas dengan maktab formal aja?
b) Apakah ini orang yang sepanjang ini engkau bangga-banggakan?
c) Enak tidak bolos maktab? Besok ulangi lagi akur!
d) Sampeyan selalu menghindar ketika saya sedih. Apa-apa ini yang kamu beberapa sahabat?
e) Negara kita nampak bertambah carut-marut. Apa ini yang orang ujar “revolusi mental”?

D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan merupakan kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan nostalgia dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Majas sindirian dibagi sebagai:

1) Ironi

Ironi yaitu majas yang menyatakan hal yang berlanggaran dengan postulat untuk menginsinuasi seseorang.

Contoh
a) Ini baru namana siswa turutan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekaligus tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak mampu Aku menuturkan.
c) Terbilang sekali parfum yang engkau pakai, datang seisi famili merasa sebal.

2) Sinisme

Sinisme yakni majas yang menyatakan parodi secara saksama pada sosok lain

Contoh:
a) Perkataanmu tadi amat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang-orang terpelajar seperti dirimu.
b) Lama-lama hamba bisa jadi gila melihat tingkah laku lakumu yang bukan wajar itu.
c) Caramu mengaji bukan mencerminkan apabila kamu relasi belajar pada pesantren.

3) Sarkasme

Sarkasme yaitu majas sindiran yang paling menyeluruh. Majas itu umumnya disampaikan oleh orang yang selagi marah.

Tiruan:
a) Rela muntah hamba melihat wajahmu, pergi awak!
b) Pendek kerbau kerdil, kerja serupa ini saja gak becus!

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!